Jari jemari mantap di atas tuts-tuts keyboard
seolah siap menunggu perintah otak untuk bekerja
menuliskan rangkaian kata refleksi jiwa
Lima belas menit telah berlalu
tak juga otak mengirim sinyal
hingga jari jemari terasa pegal
akhirnya mereka bergerak sendiri
Ada kalanya jiwa tak bisa dikatakan
dan saat inilah otak tak bisa berbuat apapun
bila jari bergerak sendiri
mungkin hati yang memerintahkannya
Entahlah…






0 Tanggapan ke “Kata yang hilang”