03
Jan
08

Kata yang hilang

Jari jemari mantap di atas tuts-tuts keyboard
seolah siap menunggu perintah otak untuk bekerja
menuliskan rangkaian kata refleksi jiwa

Lima belas menit telah berlalu
tak juga otak mengirim sinyal
hingga jari jemari terasa pegal
akhirnya mereka bergerak sendiri

Ada kalanya jiwa tak bisa dikatakan
dan saat inilah otak tak bisa berbuat apapun
bila jari bergerak sendiri
mungkin hati yang memerintahkannya

Entahlah…


0 Tanggapan ke “Kata yang hilang”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.